Langsung ke konten utama

TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA LABORATORIUM KIMIA

TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA LABORATORIUM KIMIA
1. Pengendali utama dalam merencanakan,memenuhi fasilitas kegiatan di laboratorium Kimia untuk pembelajaran yang kreatif dan inovatif
2.Membina teknisi / laboran
3. Koordinator pengembangan praktikum-praktikum alternatif untuk menunjang pembelajaran teori  Kimia di dalam kelas.
4. Fasilitator untuk kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan peralatan yang terdapat di laboratorium Kimia
5. Pengendali utama dalam pemanfaatan semua sumberdaya yang terdapat di dalam laboratorium Kimia.

LABORAN
1.      Menjaga keamanan ruang dan peralatan laboratorium;
2.      Melayani penggunaan ruang, kebutuhan peralatan dan bahan praktik peserta didik dan pendidik;
3.      Menginventarisasi dan mendokumentasikan semua peralatan, bahan, dokumen termasuk petunjuk penggunaan alat, dan fasilitas laboratorium;
4.      Mendeteksi dan memperbaiki peralatan laboratorium dengan kerusakan ringan;
5.      Menjaga kebersihan alat dan lingkungan laboratorium;
6.      Menyimpan dan memelihara alat dan bahan praktik;
7.      Menangani  limbah laboratorium sesuai dengan prosedur keselamatan dan kesehatan;
8.      Membuat laporan kerusakan peralatan laboratorium dan mengusulkan program perbaikannya; serta
9.      Membuat laporan semester dan tahunan kebutuhan, penggunaan peralatan dan bahan praktik.

  Bijaksana sebagai teknisi dengan cara melaksanakan tugas sesuai arahan kepala laboratorium.
    Teknisi bertanggung jawab kepada kepada kepala laboratorium dalam menjalankan tugas sebagai teknisi dan bertanggung jawab atas penggunaan fasilitas laboratorium.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENILAI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI KELAS KIMIA

PENGERTIAN BERFIKIR Berpikir secara umum didefinisikan sebagai suatu proses kognitif, suatu aktivitas mental untuk memperoleh pengetahuan (Presseisen dalam Costa, 1985). Berpikir adalah memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berprilaku (Dharma, 2008). Aktivitas mental dalam perasaan dan pemahaman tergantung pada perangsangan dari luar dalam proses yang disebut sensasi dan atensi (Semiawan, 1990). Proses mental yang lebih tinggi yang disebut berpikir terjadi di dalam otak. Berdasarkan prosesnya berpikir dapat dikelompokkan dalam; Berpikir dasar Proses berpikir dasar merupakan gambaran dari proses berpikir rasional yang mengandung sejumlah langkah dari yang sederhana menuju yang kompleks. Aktivitas berpikir rasional meliputi menghafal, membayangkan, mengelompokkan, mengorganisasikan, membandingkan, mengevaluasi, menganalisis, mensintesis, mendeduksi dan menyimpulkan (Novak, 1979). Berpikir Kompleks Berpikir kompleks disebut sebagai proses berpikir t...

Desain Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Kimia

Penilaian otentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Sedangkan istilah otentik merupakan sinonim dari  asli, nyata, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian otentik lebih bermakna secara signifikan  dibandingkan dengan  tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian otentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, pendidik menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar pembelajaran. Penilaian otentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.  Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menal...

Presentasi Hasil Uji Coba Rubrik Penilaian Otentik dengan Menggunakan Skala Guttmen, Thrustone dan Scientific Diffrent

Presentasi Hasil Uji Coba Rubrik Penilaian Otentik dengan Menggunakan Skala Guttmen, Thrustone dan Scientific Diffrent Teknik tes bukan satu-satunya teknik untuk melakukan evaluasi hasil belajar, sebab masih ada teknik lainnya yang dapat dipergunakan, yaitu teknik non-tes. Dengan teknik non-tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa “menguji” peserta didik, melainkan dengan berbagai cara, seperti: SkalaAngketWawancaraObservasiDll. 1. SKALA Pengertian Skala adalah alat untuk mengukur nilai, sikap, minat, perhatian, yang disusun dalam bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden dan hasilnya dalam bentuk rentangan nilai sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Jenis-jenis Skala -Skala penilaian Skala penilaian mengukur penampilan atau perilaku orang lain oleh seseorang melalui pernyataan perilaku individu pada suatu kategori yang bermakna nilai. Titik atau kategori diberi nilai rentangan mulai dari yang tertinggi sampai y...